Sejarah Yon Arhanud 15/Dahana Bhaladika Yudha

Latar Belakang Pembentukan Yon Arhanud 1

Sejarah yon_Arhanud 15 Pemrakarsa lahirnya Yonarhanud 15/DBY adalah petinggi-petinggi korps Artileri yang pada waktu itu berkedudukan atau bermarkas di Cimahi. Para sesepuh ini menghasilkan gagasan pembentukan Yon Hanud melalui proyek Hanudad atau Pertahanan Udara Angkatan Darat yang salah satu di dalamnya adalah Yonarhanudse 57 mm S-60 yang kemudian dalam perkembangannya sampai sekarang menjadi Yonarhanud 15/DBY.

Yonarhanud 15/DBY dibentuk dalam rangka Proyek Hanudad atau Pertahanan Udara Angkatan Darat berdasarkan Surat Keputusan Men/Pangab  Nomor : Kep-738/ 4/ 1964, tanggal 4 April 1964

Dengan adanya gagasan dari para petinggi-petinggi korps Artileri  tersebut, maka terhitung mulai tanggal 7 Juli 1965 mulai dilaksanakan penyusunan personel sesuai Surat KeputusanMen/Pangab Nomor : Kep- 458- a/ 05/ 1965 tanggal 14 Mei 1965 sebagai pelaksanaan penyusunan satuan baru proyek 515 Hanudad dengan pejabat Komandan Batalyon pertama Kapten Art. Rahardjo NRP 223352.

DARI MASA KE MASA

 

ksatrian yon arhanud 15 tempo dulu
Mako Batalyon Arhanud 15/DBY
Kesatrian Yonarhanud 15/DBY pada masa kini

Lahirnya Korps Arhanud Tahun 1945

  1.  Karena banyaknya pasukan bersenjata yang tidak terkoordinir maka pimpinan TKR Again mengesahkan pembentukan 10 Divisi di Jawa dan 6 Divisi di Sumatera, diantara to divisi-divisi tersebut ada yang memiliki Satuan Artileri yang ikut andil dalam pertempuran mempertahankan kemerdekaan.
  2. Pada saat reorganisasi TKR di Yogyakarta dipikirkan untuk membentuk suatu Badan Artileri untuk melakukan tugas pembinaan Satuan Artileri TKR seluruh Indonesia,maka pada Selasa keliwon tanggal 04 Desember 1945 telah diresmikan suatu   Markas Artileri oleh   Bapak   Letnan Jendral Urip Sumiharjo yang menjabat Sebagai Kepala Staf Umum TKR dan menunjuk Mayor R.M Pratikto Koesoemo Soeharjo Soemarmoe sebagai pimpinannya.
  3. Pertumbuhan Artileri selanjutnya mengalami perkembangan organisasi sebagai berikut :

Perkembangan

  • 4 Desember 1945    : Markas Artileri di Yogyakarta.
  • 1 Juni 1946               : Inspektorat Artileri di Yogyakarta
  • Pebruari 1950         : Komando Artileri kedudukan pindah ke Jakarta.
  • 4. Pebruari 1952     : Inspektorat Artileri kedudukan pindah ke Bandung
  • 5 Juni 1956                : Pusat Artileri di Cimahi.
  • 6 Nopember 1962    : Pusat Kesenjataan Artileri di Cimahi.
  • 31 Mei 1966               : Menjadi 2 ( dua ) pusat pembinaan yaitu :
    a). Pussen Armed di Cimahi.
    b). Pussen Arhanud di Jakarta.
  • 8 Desember 1970 : Komando langsung dibawah Kasad terhitung mulai
    tanggal 19 September 1985
  • 4 Desember 1985     : Penggabungan Pusarmed dan Pusarhanud menjadi
    Pussenart TNI-AD di Cimahi.
  • 10. 15 Juni 2007         : Menjadi 2 (dua) Pusat Kesenjataan yaitu :
    a). Pussenarmed di Cimahi.
    b). Pussenarhanud di Cimahi.

Organisasi.

  • Berdasarkan Surat keputusan Men/Pangab Nomor : Kep- 714/ 7/ 1966 tanggal 15 Juli 1966
    terhitung mulai tanggal 1 April 1966 berdirilah Yonarhanudse 15 di Maospati Madiun
  • Berdasarkan Surat keputusan Pangdam VII/Diponegoro Nomor : Kep- 53/ 5/ 1966
    Yonarhanudse 15 menjadi Organic Kodam VII/Diponegoro dan ditetapkan sebagai
    Satminkal serta sebagai kesatuan perawatan yang berdiri sendiri.
  • Sesuai Surat Keputusan Pangdam VII/Diponegoro Nomor : Kep- 103/ 7/1968 tanggal 15 Juli
    1968 Yonarhanudse 15 dirubah menjadi Yonarhanudri 15.
  • Berdasarkan Surat Keputusan Kasad Nomor : Kep-263/IV/1974 tanggal 23 April 1974
    serta Surat Keputusan Pangdam VII/Diponegoro Nomor : Kep-65/VII/1978 tanggal 22 Juli
    1978, persenjataan berikut peralatan Yonarhanudse 15 dirubah dari Meriam 57 mm S-60
    menjadi meriam 40 mm L-60 dan 20 mm/Bofors sekaligus perubahan statusnya
    menjadi Yonarhanudri 15.
  • Berdasarkan Surat Keputusan Kasad Nomor : Kep/2/II/1995 tanggal 11 Pebruari 1995
    tentang perubahan organisasi Yonarhanudri 15 Kodam IV/Diponegoro menjadi
    Yonarhanudse 15  Kodam IV/Diponegoro terhitung mulai tanggal 11 Pebruari 1995
    dengan persenjataan meriam 40 mm L-60 dan 20 mm/Bofors menjadi
    meriam 57 mm S- 60 sampai dengan sekarang.

Arti Dan Makna Tunggul Batalyon Arhanud 15 “Dahana Bhaladika Yudha

1. Bentuk

  1. Tunggul
  •       Tunggul Yonarhanud 15/DBY Dam IV/Dip “Dahana Bhaladika Yudha” berbentuk
    empat persegi panjang dibuat dari bahan beludru berwarna hijau dengan jumbai
    kuning emas sepanjang sisi tepinya.
  • Pada bagian muka sebelah kanan dilukiskan lambang/pataka Kodam IV/Dip.
  • Pada bagian muka sebelah kiri dilukiskan lambang/Tunggul Yonarhanudse 15 Dam IV/Dip
    “Dahana Bhaladika Yudha” dengan susunan sebagai berikut :
    a). Lingkaran yang berbentuk lilitan tali berwarna kuning emas sebanyak 66 lilitan
    dengan diameter lingkaran 30 cm.
    b). Burung Gelatik berwarna hitam kedua sayap terbuka kedua kaki bertengger pada
    tali busur panah.
    c). Busur dengan 5 anak panah berwarna kuning yang siap meluncur ke angkasa.
    d). Api yang sedang berkobar berwarna merah.
    e). Pita berwarna kuning sebagai dasar tulisan “Dahana Bhaladika Yudha”.
  • Kepala tiang.
    Tiang dibuat kayu jati dipelitur coklat/sawo matang. Mahkota dari logam
    kuningan/perunggu disepuh keemasan dengan susunan dari atas ke bawah yang
    terdiri dari :
    a). Bintang.
    b). 2 (dua) busur bersilang dengan satu anak panah.
    c).  Bokor bercincin yang bertuliskan “Kilat Ojag Anggatra Djagad” sebagai penopang
    dua busur bersilang yang ditopang 4 (empat) daun dengan 1 (satu) anak panah
    menjulang menyangga bintang.

2. Ukuran

  • Panjang : 50 cm.
  • Lebar : 42 cm.
  • Jumbai : 5 cm.
  • Inti lambang : Lingkaran O (diameter) : 30 cm.
  • Kepala tiang : 26 cm.
  • Panjang tiang sampai batas kedudukan : 200 cm.
  • Garis tengah : 4 cm.

3. Tata Warna

1)        Tunggul.

  • Dasar kain beludru : Hijau.
  • Dasar lukisan kain beludru : Biru.
  • Jumbai dari benang sutra : Kuning emas.
  • Lingkaran lilitan tali : Kuning emas.
  • Burung Gelatik : Hitam.
  • Busur panah : Kuning emas.
  • Api : Merah.
  • Pita : Kuning.

 

2).Kepala tiang.

  • Mahkota (kepala tiang) dibuat dari logam kuning emas.
  • Tiang dibuat dari kayu jadi dipelitur coklat/sawo matang.
  • Tiang dibuat secara sambungan dengan penyambung dari logam kuning emas
    berbentuk pita.
  • Tali berjumbai kuning emas dari benang sutra

4. Arti Dan Makna Lambang

  1.  Tunggul

Tulisan

  • Pita dengan tulisan “Dahana Bhaladika Yudha” yang ditulis di atas pita berasal
    dari bahasa Sansekerta mempunyai arti sebagai berikut :
    (a) Dahana          : Semangat.
    (b) Bhaladika      : Prajurit yang dahsyat.
    (c) Yudha             : Perang.
  • Maknanya : Semangat prajurit Yonarhanud 15/DBY yang dahsyat dalam berperang
    untuk mempertahankan kedaulatan Negara Republik Indonesia.

(2) Tali melingkar terdiri dari 66 lilitan:

  • Menggambarkan keuletan dan kesiapsiagaan Yonarhanud 15/DBY dalam menghadapi
    musuh-musuhnya dari segala penjuru sesuai tugas pokok menjaga wilayah udara.
  • Menggambarkan pula tahun peresmian Batalyon Hanudse 15 sebagai cikal bakal
    Yonarhanud 15/DBY tahun 1966.
  • Busur dan panah, menggambarkan kesenjataan Arhanud :
    a). Busur tertegang. Menggambarkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan kesatuan
    Batalyon Arhanud 15/DBY dalam menghadapi musuh-musuhnya.
    b). 5 (lima) pucuk anak panah. Menggambarkan Pancasila sebagai pedoman
    hidup falsafah bangsa dan dasar Negara serta sumpah prajurit yang merupakan
    suatu perjanjian atau pernyataan antara manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa
    yang diucapkan dan dilaksanakan oleh prajurit.
    c). Burung gelatik terbang diangkasa. Burung kecil Yang mempunyai ketangkasan
    dan kecepatan luar biasa, merupakan burung pemberani yang tidak kenal menyerah,
    tidak kenal kompromi terhadap musuh-musuhnya, menggambarkan prajurit yang
    gagah berani melaksanakan tugas dalam membela kedaulatan Negara serta
    menegakan keadilan.
  • 15 (Lima belas) bulu pada kedua sayap. Menggambarkan atau menyatakan nomor
    dari kesatuan Batalyon Arhanud 15/DBY Dam IV/Dip.
  • 7 (Tujuh) bulu pada ekor.
    Menggambarkan Sapta Marga sebagai pedoman bagi setiap prajurit TNI sejati
    yang selalu berpegang teguh dan berlandaskan Sapta Marga, Sumpah Prajurit
    serta Pancasila dalam melaksanakan tugasnya dan perilaku kehidupan
    sehari-hari dalam bergaul di masyarakat.
  • 4 (Empat) lidah api besar dan 5 (lima) lidah api kecil. Menggambarkan jiwa dan
    semangat perjuangan 1945 yang selalu menyala didalam setiap dada prajurit
    Yonarhanud 15/DBY Dam IV/Dip.

Pejabat Komandan Dari Masa Ke Masa

pejabat-Komandan-yonarhanud 15-dari-masa-ke-masa
pejabat-Komandan-yonarhanud 15-dari-masa-ke-masa
pejabat-Komandan-yon arhanud 15-dari-masa-ke-masa
pejabat-Komandan-yonarhanud 15-dari-masa-ke-masa

Tugas Operasi

  • Operasi Pancasila.  Berdasarkan Perintah Operasi Danrem 081 Dam VIII/Brawijaya Nomor :
    01/X/1965 tanggal 8 Oktober 1965 melaksanakan pengamanan dari pemberontakan
    G-30S/PKI di daerah Korem 081 Dam VIII/Brawijaya.
  • Operasi Dwikora. Berdasarkan Surat Perintah Danyon Hanudse 15
    Nomor :Sprin/31/02/1966 tanggal 23 Pebruari 1966 melaksanakan tugas pengamanan
    wilayah perbatasan di Kalimantan Timur dan Serawak.
  • Operasi Seroja I. Berdasarkan Surat Telegram Pangdam VII/Diponegoro
    Nomor : STR/408/XII/1975 tanggal 3 Desember 1975 melaksanakan pengamanan
    wilayah di Timor- Timur.
  • Operasi Seroja II. Berdasarkan Surat Telegram Pangdam VII/Diponegoro
    Nomor : ST/97/1978 tanggal 28 Pebruari 1978 melaksanakan pengamanan wilayah
    di Timor-Timur.

Sejarah Satuan yon arhanud 15/DBY